Bawaslu Tabanan Dorong Pengawasan Partisipatif Digital Hadapi Arus Informasi Cepat
|
Tabanan, Bawaslu Kabupaten Tabanan terus memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengawal demokrasi melalui Diskusi Tatap Muka Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang digelar di WR. CS Bedha, Tabanan, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Bawaslu Tabanan untuk membangun budaya pengawasan partisipatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika informasi digital.
Dalam sesi diskusi, Anggota Bawaslu Kabupaten Tabanan Ni Putu Ayu Winariati hadir sebagai narasumber dengan materi Pengembangan Gerakan Partisipatif dan Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital.
Winariati menegaskan bahwa masih terdapat anggapan keliru di masyarakat yang menganggap pengawasan hanya dilakukan saat tahapan Pemilu berlangsung.
“Pengawasan tidak hanya dilakukan saat tahapan Pemilu berlangsung. Ada tiga siklus yang perlu mendapat perhatian bersama, yaitu pre-election, election, dan post-election. Karena itu, partisipasi masyarakat perlu dibangun secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Winariati mengingatkan peserta mengenai tantangan besar di era digital, khususnya terkait derasnya arus informasi yang beredar di berbagai platform media sosial. Menurutnya, kemampuan masyarakat untuk mendeteksi dan memverifikasi informasi secara mandiri menjadi kompetensi yang semakin penting dalam mendukung pengawasan partisipatif.
Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Selain pemaparan materi, Bawaslu Kabupaten Tabanan juga menghadirkan permainan edukatif (games) yang melibatkan peserta secara aktif. Suasana yang cair dan komunikatif mendorong lahirnya beragam perspektif serta memperkuat pemahaman peserta terkait pentingnya pengawasan partisipatif.