Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tabanan Matangkan Simulasi Pemilu Ramah Disabilitas

Foto

Bawaslu Tabanan Matangkan Simulasi Pemilu Ramah Disabilitas

Tabanan - Bawaslu Kabupaten Tabanan mematangkan persiapan simulasi pemungutan suara bagi penyandang disabilitas yang dijadwalkan pada 26 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan melalui Rapat Persiapan Fasilitasi Penguatan Pemahaman Kepemiluan kepada Disabilitas di SLB Negeri 1 Tabanan, Rabu (21/10/2026), guna mendorong pemenuhan hak pilih yang inklusif, setara, dan tanpa diskriminasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, menegaskan bahwa kesiapan teknis menjadi faktor penting untuk memastikan simulasi berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas. Rapat tersebut juga menjadi forum pemantapan perlengkapan dan mekanisme pelaksanaan simulasi bersama pihak sekolah.

Narta mengungkapkan, berdasarkan pemantauan terhadap pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos), sejumlah sekolah masih menghadapi kendala persiapan, di antaranya keterbatasan anggaran dan perbedaan jumlah pemilih. Karena itu, pelaksanaan simulasi perlu dirancang secara matang dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing peserta.

“Simulasi ini penting untuk memastikan peserta didik dengan beragam kebutuhan dapat memahami proses pemungutan suara dan menggunakan hak pilihnya secara optimal. Hari ini kita mematangkan seluruh persiapan agar pelaksanaannya benar-benar siap,” ujarnya.

Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Tabanan, I Nyoman Meiarta S., menyampaikan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah melaksanakan sosialisasi kepemiluan dan mendokumentasikannya dalam bentuk video. Namun, kegiatan simulasi terdahulu belum mencakup seluruh ragam disabilitas.

Ia mengusulkan agar simulasi dilakukan dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan ragam disabilitas, termasuk penyediaan video edukasi yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami tata cara pemungutan suara sekaligus memberikan gambaran mengenai proses pemilihan yang aman dan nyaman.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik yang memerlukan pendampingan akan didampingi wali masing-masing, sedangkan petugas simulasi yang berperan sebagai KPPS akan melibatkan tenaga tata usaha SLB Negeri 1 Tabanan. Pihak sekolah juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Tabanan, Ni Putu Ayu Winariati, menyoroti tantangan yang masih dihadapi pemilih penyandang disabilitas saat menggunakan hak pilihnya. Menurutnya, persoalan tidak hanya berkaitan dengan pendataan pemilih, tetapi juga kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pemilih.

“Pemilih berkebutuhan khusus tidak cukup hanya terdaftar sebagai pemilih. Mereka juga harus memperoleh pelayanan yang tepat ketika menggunakan hak pilihnya. Karena itu, kami ingin belajar langsung melalui simulasi di SLB, terutama mengenai bagaimana memfasilitasi pemilih agar merasa aman, nyaman, dan dihargai,” ungkap Winariati.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai aksesibilitas dan kebutuhan pemilih penyandang disabilitas perlu diperkuat agar pelayanan di tempat pemungutan suara (TPS) tidak hanya memenuhi prosedur teknis, tetapi juga menjunjung tinggi kesetaraan dan penghormatan terhadap hak setiap pemilih.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Made Winarya, menekankan pentingnya pemahaman mengenai komunikasi dan tata cara pendampingan yang tepat. Menurutnya, setiap ragam disabilitas memiliki kebutuhan berbeda sehingga petugas perlu memahami cara berinteraksi dan memberikan bantuan secara tepat tanpa mengurangi kemandirian maupun martabat pemilih.

Winarya berharap pengalaman yang diperoleh melalui simulasi dapat menjadi bekal bagi jajaran Bawaslu dalam memperkuat pendidikan kepemiluan dan meningkatkan kualitas pengawasan, khususnya dalam mendorong pelayanan pemilih yang inklusif.

Melalui persiapan ini, Bawaslu Kabupaten Tabanan memperkuat sinergi dengan SLB Negeri 1 Tabanan untuk mendorong pendidikan pemilih yang ramah disabilitas. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai kebutuhan pemilih penyandang disabilitas sekaligus mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemilu yang aksesibel, berkeadilan, dan menghormati hak politik seluruh warga negara.