Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tabanan Perkuat Strategi Kehumasan di Era Digital

foto

Bawaslu Tabanan Perkuat Strategi Kehumasan di Era Digital

Tabanan - Bawaslu Kabupaten Tabanan memperkuat strategi kehumasan dan pengelolaan informasi publik melalui Rapat Koordinasi Pengelolaan Kehumasan, Peliputan, Dokumentasi, dan Informasi Publik, Senin (7/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bawaslu Kabupaten Tabanan.

Rakor tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, yakni perwakilan Diskominfo Tabanan Adi Sutrisna sebagai staf, Kepala Subbagian Prokopim Tabanan Gede Purnayasa, serta perwakilan pewarta Juliadi Mardi. Dari Bawaslu Tabanan hadir Ketua I Ketut Narta, S.E., M.H., didampingi Anggota I Made Winarya dan Ni Putu Ayu Winariati.

Ketua Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, mengatakan penguatan kehumasan diperlukan untuk memastikan informasi pengawasan Pemilu tersampaikan secara efektif kepada masyarakat. Evaluasi terhadap kapasitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting agar publikasi lembaga mampu memberikan dampak dan meningkatkan pemahaman masyarakat.

“Kami berharap masukan dari berbagai instansi dan media dapat memperkuat wawasan kehumasan Bawaslu Tabanan,” kata Narta saat membuka kegiatan.

Dari unsur Prokopim, Gede Purnayasa mengapresiasi aktivitas media sosial Bawaslu Tabanan yang dinilai telah berjalan baik. Namun, ia mendorong peningkatan dukungan perangkat produksi agar kualitas konten semakin optimal.

Ia juga menekankan pentingnya menyesuaikan materi dengan karakter masing-masing platform digital. Strategi tersebut dinilai dapat memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat.

Sementara itu, staf Diskominfo Adi Sutrisna dari Diskominfo Tabanan menyampaikan bahwa perubahan pola konsumsi informasi menuntut lembaga pemerintah menyajikan materi yang lebih ringan dan mudah diterima. Diskominfo juga membuka peluang kolaborasi melalui fasilitas videotron serta dukungan sarana podcast bagi instansi yang membutuhkan.

Perwakilan pewarta, yang akrab disapa Mas Jul, menyoroti pentingnya membangun konten yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Video pendek dengan bahasa sederhana dinilai lebih efektif menjangkau pengguna media sosial.

Menurutnya, dokumentasi kegiatan juga perlu dikembangkan menjadi pemberitaan yang memiliki cerita. Isu seperti pemutakhiran data pemilih, misalnya, dapat disampaikan melalui pengalaman nyata masyarakat sehingga pesan pengawasan lebih mudah dipahami.

Masukan dari berbagai pihak tersebut menjadi bahan evaluasi Bawaslu Tabanan dalam mengembangkan komunikasi publik. Pengelolaan kehumasan diarahkan tidak hanya untuk mendokumentasikan aktivitas kelembagaan, tetapi juga menghadirkan informasi pengawasan yang kreatif, faktual, dan relevan bagi masyarakat.