Bawaslu Tabanan Ajak Gen Z Jadi Pengawasan Partisipatif dan Lawan Hoaks di Era Digital
|
Tabanan - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tabanan mengajak mahasiswa Universitas Tabanan untuk menjadi generasi muda yang melek demokrasi, kritis terhadap informasi, serta aktif dalam pengawasan partisipatif di era digital. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Tabanan Tahun 2026, Jumat (21/8/2026).
Anggota Bawaslu Kabupaten Tabanan, Ni Putu Ayu Winariati, menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengawasan partisipatif serta peran strategis generasi Z dalam menjaga kualitas demokrasi.
Winariati menekankan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. Namun, derasnya arus informasi juga harus diimbangi dengan kemampuan memilah dan memverifikasi informasi.
“Selalu jaga komunikasi dan tolak hoaks. Setiap informasi yang kita dapatkan harus diketahui sumbernya, sehingga kita bisa memastikan informasi tersebut benar sebelum dipercaya maupun disebarluaskan,” ujar Winariati.
Ia menjelaskan, mahasiswa sebagai bagian dari generasi Z memiliki posisi penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat. Tidak hanya sebagai pemilih pemula, mahasiswa juga dapat menjadi agen perubahan yang turut mengedukasi masyarakat serta mendorong terciptanya partisipasi publik dalam pengawasan pemilu.
Menurut Winariati, pengawasan partisipatif merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak bersikap apatis terhadap persoalan demokrasi, melainkan turut mengambil peran sesuai kapasitasnya.
“Generasi Z memiliki kekuatan besar di ruang digital. Gunakan kekuatan tersebut untuk menyebarkan informasi yang positif, benar dan edukatif, bukan informasi yang dapat memecah belah masyarakat,” pesannya.
Melalui sosialisasi tersebut, Bawaslu Tabanan berharap mahasiswa Universitas Tabanan mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab. Literasi digital dan kesadaran demokrasi dinilai menjadi modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan demokrasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan PKKMB ini sekaligus menjadi ruang edukasi bagi pemilih pemula untuk memahami bahwa menjaga demokrasi bukan hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.