Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tabanan Apresiasi Debat Capresma STIKES Advaita Berlangsung Seperti Pilpres

Foto

Bawaslu Tabanan Apresiasi Debat Capresma STIKES Advaita Berlangsung Seperti Pilpres

Tabanan - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan mengapresiasi pelaksanaan debat calon Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) STIKES Advaita Medika Tabanan yang digelar di kampus setempat, Jumat (9/10/2026).

Debat tersebut merupakan bagian dari rangkaian pemilihan pemimpin mahasiswa di lingkungan STIKES Advaita Medika Tabanan.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Cipta Karya Dharma I Dewa Gede Ary Wirawan, S.S., Ketua STIKES Advaita Medika Tabanan Ns. Cucuk Suwandi, http://S.Kep., http://M.Kep., Wakil Ketua I Ns. Desak Gede Yenny Apriani, http://S.Kep., http://M.Kes., Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta bersama Anggota Bawaslu I Made Winarya, Anggota KPU Kabupaten Tabanan, serta ratusan mahasiswa selaku pemilih.

Debat dikemas layaknya debat pemilihan presiden. Masing-masing pasangan calon menyampaikan visi-misi, pendalaman program kerja, hingga saling adu argumen dalam sesi tanya jawab antar calon dan sesi tanya jawab dengan audiens.

Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta yang menyaksikan langsung jalannya debat menilai kegiatan tersebut berlangsung sangat baik. Menurutnya, antusiasme mahasiswa terlihat dari kehadiran pemilih dan keaktifan perwakilan mahasiswa yang diberikan ruang untuk bertanya di sesi akhir. Suasana debat pun berlangsung seru, tertib, dan kondusif.

Dalam kesempatan itu, Narta menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua Yayasan dan Ketua STIKES yang telah hadir, panitia pelaksana, serta kedua pasangan calon yang telah berani menyampaikan gagasan secara terbuka. Ia menilai debat menjadi instrumen penting dalam demokrasi kampus karena menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat visi, misi, dan program kerja calon pemimpinnya.

Usai debat, mahasiswa langsung menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disiapkan panitia.

Kehadiran Bawaslu dalam kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi nyata dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda. Bawaslu berharap pemilihan di lingkungan pendidikan dapat menjadi laboratorium demokrasi yang menjunjung tinggi ketertiban, sportivitas, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat, sehingga nilai-nilai demokrasi dapat tumbuh baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas.