Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Tabanan Siapkan Simulasi Pemilu Inklusif bagi Calon Pemilih Disabilitas

Koordinasi bersama SLB Negeri 1 Tabanan, Senin (21/9/2026).

Koordinasi bersama SLB Negeri 1 Tabanan, Senin (21/9/2026).

Tabanan — Bawaslu Kabupaten Tabanan memperkuat upaya pemenuhan hak pilih penyandang disabilitas dengan menyiapkan simulasi fasilitasi penguatan pemahaman kepemiluan di SLB Negeri 1 Tabanan. Persiapan tersebut dibahas melalui koordinasi bersama pihak sekolah, Senin (21/9/2026).

Koordinasi dilakukan Anggota Bawaslu Kabupaten Tabanan, Ni Putu Ayu Winariati, bersama staf dan diterima langsung Kepala SLB Negeri 1 Tabanan, I Nyoman Meiarta Sedana. Pertemuan membahas rencana pelaksanaan simulasi sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang sebelumnya telah terjalin antara Bawaslu Kabupaten Tabanan dan SLB Negeri 1 Tabanan.

Winariati mengatakan, simulasi diarahkan untuk memberikan pengalaman praktis kepada calon pemilih disabilitas mengenai proses pemungutan suara sekaligus memetakan kebutuhan fasilitasi yang diperlukan saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Jangan sampai hak pilih mereka hanya terdata, tetapi ketika datang ke TPS justru tidak mendapatkan fasilitas yang sesuai. Kita ingin memastikan mereka memahami prosesnya dan hak pilihnya dapat digunakan,” ujar Winariati.

Menurutnya, pemenuhan hak politik penyandang disabilitas tidak berhenti pada pencatatan dalam daftar pemilih. Akses menuju TPS, pelayanan petugas, hingga kebutuhan pendampingan juga perlu menjadi perhatian agar pemilih disabilitas dapat menggunakan hak pilih secara mandiri dan setara.

Winariati menegaskan, prinsip kesetaraan dalam pemilu harus diwujudkan dalam praktik “One man, one vote, one value”. Setiap suara memiliki nilai yang sama. Karena itu, jangan sampai ada pemilih disabilitas yang kehilangan hak pilih hanya karena tidak mendapatkan fasilitasi yang sesuai,” katanya.

Melalui simulasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Tabanan juga ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan calon pemilih disabilitas. Hasilnya nantinya dapat menjadi bahan pengawasan dan masukan kepada penyelenggara pemilu, termasuk dalam memastikan pemilih yang memenuhi syarat tidak hanya masuk dalam daftar pemilih, tetapi juga memperoleh fasilitasi yang diperlukan untuk menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri 1 Tabanan, I Nyoman Meiarta Sedana, menyambut positif rencana simulasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak sekolah sebelumnya telah pernah melaksanakan simulasi kepemiluan secara sederhana, namun pelaksanaan bersama Bawaslu dapat menjadi kesempatan untuk memberikan pemahaman yang lebih konkret kepada peserta didik.

“Menurut kami, kegiatan ini sangat penting karena calon pemilih disabilitas perlu mendapatkan pengalaman langsung mengenai tahapan dan situasi yang nantinya akan mereka hadapi saat menggunakan hak pilih di TPS,” ujarnya.

Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan pelaksanaan simulasi yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman kepemiluan, tetapi juga pada identifikasi kebutuhan aksesibilitas. Dengan demikian, penguatan pendidikan kepemiluan bagi penyandang disabilitas dapat berjalan beriringan dengan upaya memastikan hak pilih mereka terlindungi dan terfasilitasi.