Lompat ke isi utama

Berita

Pemilos Bukan Sekadar Memilih Pemimpin, tapi Juga Melatih Siswa Menghargai Perbedaan dan Tanggung Jawab

Bimtek Pemilos hari ketiga, di Kantor KPU Kabupaten Tabanan, Kamis (8/10/2026).

Bimtek Pemilos hari ketiga, di Kantor KPU Kabupaten Tabanan, Kamis (8/10/2026).

Tabanan – Bawaslu Kabupaten Tabanan menegaskan bahwa Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) Serentak Tahun 2026 bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi juga melatih siswa untuk menghargai perbedaan pendapat, menyalurkan aspirasi secara demokratis, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan sportivitas.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, saat memberikan bimbingan teknis (bimtek) bagi 26 satuan pendidikan jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dari wilayah Kecamatan Tabanan dan Kerambitan. Bimtek hari ketiga ini berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Tabanan, Kamis (8/10/2026).

Dalam materi Suara Demokrasi, Narta menjelaskan bahwa Pemilos merupakan miniatur demokrasi di sekolah yang membentuk karakter dan kepemimpinan sejak dini.

"Dengan mendesain Pemilos secara serius, objektif, dan edukatif, sekolah tidak hanya sedang memilih seorang Ketua OSIS, melainkan sedang merajut masa depan Indonesia yang lebih demokratis dan bermartabat," ujar Narta.

Ia menekankan pengawasan Pemilos harus dilakukan pada seluruh tahapan, mulai dari kampanye dan penyampaian visi misi calon, hingga pemungutan dan penghitungan suara, agar dilaksanakan secara jujur, adil, transparan, tertib, dan bertanggung jawab.

Pada sesi kelembagaan, Narta juga memaparkan tiga lembaga penyelenggara pemilu yakni KPU, Bawaslu, dan DKPP, serta tiga tugas pokok fungsi Bawaslu meliputi pencegahan, pengawasan, dan penindakan. Bawaslu tidak hanya mengawasi tahapan, tetapi juga non tahapan.

Melalui keterlibatan langsung dalam Pemilos, Bawaslu Tabanan mendorong sekolah menjadi ruang tumbuhnya praktik demokrasi yang sederhana, inklusif, dan berintegritas sejak dini.