Review Konten Pelanggaran Kinerja, Bawaslu Tabanan Ikuti Bimtek SDM Pengawas Se-Bali
|
Tabanan, Upaya memperkuat kapasitas pengawasan di masa non-tahapan terus dilakukan. Bawaslu Kabupaten Tabanan mengikuti Review Pemahaman Materi Chapter IV Penerimaan Laporan Dugaan Pelanggaran Kinerja dalam rangka Program Peningkatan Kapasitas dan Bimbingan Teknis SDM Pengawas Se-Provinsi Bali, yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan ini mencatat peningkatan pemahaman peserta hingga 50 persen berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan Bawaslu Provinsi Bali.
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan I Ketut Narta, didampingi Anggota I Made Winarya dan Ni Putu Ayu Winariati, serta Kepala Sekretariat Ni Komang Fitri Suarnadi.
Anggota Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Ariyani, mengapresiasi kinerja jajaran Bawaslu kabupaten/kota di Bali yang dinilai tetap produktif meskipun berada pada masa non-tahapan. Ia menilai konten video edukasi penerimaan laporan pelanggaran kinerja yang diproduksi menjadi media pembelajaran bersama, karena setiap karya dapat saling direviu dan disempurnakan antar daerah.
Senada, I Nyoman Gede Putra Wiratma menegaskan bahwa review konten yang dilakukan tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga bertujuan menguatkan kebersamaan, menyatukan ide, serta memperkaya perspektif dalam pengembangan konten edukasi pengawasan.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, menyoroti kualitas video yang ditampilkan oleh Bawaslu Kabupaten Buleleng. Menurutnya, meskipun dikerjakan dalam batas waktu yang relatif singkat, konten tersebut telah mampu menyampaikan pesan sosialisasi secara efektif dan komunikatif.
Lebih lanjut, Narta menegaskan bahwa video-video yang diproduksi jajaran Bawaslu kabupaten/kota merupakan instrumen penting dalam edukasi publik, khususnya untuk mendorong penyelenggara pemilu dan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar senantiasa menjaga integritas dan netralitas.
Melalui pembelajaran hingga Chapter IV ini, Bawaslu berharap penguatan kapasitas SDM pengawas tidak hanya berdampak pada peningkatan pemahaman materi, tetapi juga pada kualitas produk edukasi pengawasan yang semakin terukur, kolaboratif, dan berdampak luas.