Lompat ke isi utama

Berita

Sekjen Bawaslu RI “Sentil” Budaya Kerja Jajaran, Bawaslu Tabanan Ikuti Rapat Evaluasi Nasional

Foto

Sekjen Bawaslu RI “Sentil” Budaya Kerja Jajaran, Bawaslu Tabanan Ikuti Rapat Evaluasi Nasional

Tabanan — Bawaslu Kabupaten Tabanan mengikuti Rapat Mingguan Pembinaan dan Evaluasi Bawaslu/Panwaslih Provinsi serta Kabupaten/Kota yang digelar Bawaslu RI secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tabanan, Ni Komang Fitri Suarnadi.

Dalam arahannya, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI Ferdinand Eskol Tiar Sirait menegaskan pentingnya pembenahan budaya kerja dan etika komunikasi di lingkungan kelembagaan. Ia secara tegas mengingatkan jajaran agar menjaga lisan dan menghindari ucapan verbal yang berpotensi menyakiti rekan kerja karena dinilai dapat merusak konsentrasi serta kenyamanan kerja.

Tak hanya itu, Sekjen juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental pegawai dengan tidak membahas isu-isu yang tidak relevan di lingkungan kantor. Seluruh jajaran, baik pimpinan maupun staf, diminta menjadi supportive system untuk menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif.

Pada aspek tata kelola kepegawaian, Sekjen menjelaskan bahwa mekanisme pengajuan pejabat dilakukan melalui sekretariat dan selanjutnya dibawa ke rapat pleno pimpinan untuk diputuskan. Sementara pengajuan mutasi atau pindah tugas tetap diperbolehkan sepanjang sesuai koridor aturan. Usulan mutasi akan dibahas mendalam pada Juni dan diputuskan Juli, dengan syarat alasan kepindahan harus berbasis argumentasi objektif, bukan sekadar persoalan pribadi atau perasaan.

Sekjen juga menyinggung dinamika sosial di lingkungan kantor. Ia mengimbau jajaran menghindari konflik, perdebatan tidak produktif, praktik hibah, maupun upaya menghasut rekan kerja. Profesionalisme harus dikedepankan dengan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi tanpa dominasi individu yang merasa paling menentukan.

Pimpinan, lanjutnya, akan terus memantau dinamika internal guna mendeteksi potensi gangguan psikologis maupun lingkungan kerja yang tidak sehat. Evaluasi berkelanjutan disebut menjadi kunci menjaga stabilitas organisasi.

Dalam kesempatan itu, Sekjen turut menyinggung kesejahteraan pegawai, termasuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Bawaslu yang dinilai sudah relatif kompetitif dibandingkan sejumlah pemerintah daerah.

Rapat pembinaan ini juga menjadi forum diskusi terbuka untuk menampung keluhan dari jajaran bawah. Meski tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan, Sekjen menegaskan bahwa dinamika organisasi merupakan hal yang wajar terjadi di semua level, baik RI, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota.

Melalui rapat evaluasi nasional ini, Bawaslu Kabupaten Tabanan dan bawaslu kabupaten/kota se-indonesia diharapkan semakin memperkuat budaya kerja profesional, etika komunikasi, serta soliditas kelembagaan dalam menjalankan fungsi pengawasan pemilu.