Clicktivism Menggoda Demokrasi, Bawaslu Tabanan Waspadai Partisipasi Semu Anak Muda
|
Tabanan — Bawaslu Kabupaten Tabanan menyoroti serius tantangan demokrasi digital dalam kegiatan Clicktivism: Menilai Kualitas Partisipasi Anak Muda dalam Ketahanan Demokrasi Digital yang digelar Universitas Warmadewa, Kamis (29/1/2026), di Aula Ajnadewi Universitas Warmadewa. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas maraknya partisipasi politik anak muda yang kian bergeser ke aktivitas simbolik di media sosial.
Bawaslu Kabupaten Tabanan diwakili Anggota Bawaslu Ni Putu Ayu Winariati, didampingi Staf Sekretariat Gede Arry Astika, sebagai wujud komitmen memperkuat pengawasan partisipatif dan penguatan kelembagaan di tengah derasnya arus digitalisasi demokrasi.
Direktur ELSAM, Desiana Samosir menegaskan bahwa budaya clicktivism berpotensi melahirkan partisipasi semu apabila tidak dibarengi pemahaman substansi demokrasi. Menurutnya, teknologi digital telah menjadi medium utama anak muda dalam mengekspresikan sikap politik, namun kualitas partisipasi harus terus diuji agar tidak berhenti pada klik dan unggahan semata.
Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menyampaikan bahwa Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 di Bali patut diapresiasi karena nihil sengketa di Mahkamah Konstitusi. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa digitalisasi pemilu, termasuk wacana e-voting, menyimpan risiko serius terhadap keamanan dan kerahasiaan data hasil pemilu dan pemilihan jika tidak dipersiapkan secara matang.
Narasumber ELSAM, Nurul Izmi mengingatkan bahaya post-truth politics yang menjadikan emosi dan opini lebih dipercaya dibandingkan fakta objektif. Pemanfaatan big data dan political micro-targeting, menurutnya, membuka ruang manipulasi persepsi publik yang dapat menggerus ketahanan demokrasi jika tidak diimbangi literasi politik dan digital yang kuat.