Lompat ke isi utama

Berita

Generasi Z dan Milenia Kunci Pemilu 2029, Bawaslu Tabanan Siapkan PKS dengan SMKN 1 Tabanan

Foto

Generasi Z dan Milenia  Kunci Pemilu 2029

Tabanan, Bawaslu Kabupaten Tabanan bergerak cepat menyiapkan generasi pengawas pemilu dari bangku sekolah. Melalui koordinasi resmi dengan SMK Negeri 1 Tabanan, Bawaslu merancang Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang difokuskan pada penguatan pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula.

Kunjungan dilakukan secara lengkap oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Tabanan sebagai langkah konkret memperluas basis pengawasan publik menghadapi dominasi pemilih muda pada Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut  kerjasama sebelumnya di SMA Negeri 1 Tabanan, SMA Negeri 2 Tabanan, dan SMA Negeri 1 Kediri dalam bentuk MoU.

“PKS ini lebih teknis dan aplikatif. Kami ingin memastikan siswa memahami sekaligus berani terlibat dalam pengawasan partisipatif,” tegasnya.

Anggota Bawaslu Kabupaten Tabanan, Ni Putu Ayu Winariati, menyoroti data demografi sebagai alarm strategis. Pada Pemilu 2024, pemilih milenial mencapai hampir 50 persen. Diproyeksikan pada 2029, gabungan milenial dan Gen Z akan mendominasi hingga hampir 70 persen dari total pemilih.

“Kalau mayoritas pemilih adalah anak muda, maka literasi demokrasi harus dimulai sejak dini. Mereka bukan hanya pengguna hak pilih, tetapi calon pengawas demokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, penguasaan teknologi oleh generasi muda menjadi kekuatan penting dalam membangun pengawasan berbasis informasi yang cepat dan responsif.

Anggota Bawaslu lainnya, I Made Winarya, menegaskan bahwa sinergi dengan sekolah menjadi kebutuhan mendesak. Di tingkat kabupaten hanya terdapat tiga komisioner dan di desa satu pengawas.

“Kami ingin kerja sama ini memberi makna riil bagi siswa. Demokrasi dan kewarganegaraan memang diajarkan, tetapi melalui PKS ini akan ada implementasi langsung yang lebih konkret,” jelasnya.

Ia menambahkan, langkah ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan berintegritas.

Dalam skema PKS, Bawaslu menyampaikan sejumlah program nyata antara lain seperti Pendampingan Pemilihan OSIS, memastikan proses berjalan jujur, adil, dan bebas praktik politik uang serta kampanye hitam, Pendidikan Politik dan Demokrasi, memperkuat pemahaman hak konstitusional siswa, Persiapan Pemilih Pemula 2029, membekali siswa agar siap menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, Pengawasan Partisipatif, mendorong keberanian siswa terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.

Kepala SMK Negeri 1 Tabanan, I Wayan Sudarsana, menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai program ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan penguatan karakter.

Kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya budaya demokrasi sejak di sekolah, sekaligus memperluas basis pengawasan partisipatif demi menjaga integritas pemilu di masa mendatang